7 Makanan yang Membuat Ginjal Bekerja Lebih Keras, Banyak yang Tidak Menyadari

Ginjal memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Organ ini berfungsi menyaring darah, membuang zat sisa, serta menjaga keseimbangan cairan dan mineral. Ketika ginjal harus bekerja lebih keras dari biasanya, ada risiko penumpukan racun yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang serius.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal perlu dilakukan dengan cara yang holistik. Selain minum air putih, pola makan juga menjadi faktor penentu dalam kinerja ginjal. Asupan makanan yang tepat dapat mengurangi beban kerja ginjal, sementara pilihan makanan yang tidak bijak dapat mempercepat kerusakan fungsi organ ini, terutama bagi mereka yang sudah memiliki gangguan ginjal.

Meski buah dan sayuran sering dianggap sebagai pilihannya sehat, faktanya tidak semua dari mereka ramah bagi ginjal. Beberapa mengandung mineral tertentu dalam jumlah tinggi, yang dapat membuat ginjal bekerja ekstra. Berikut adalah tujuh jenis makanan yang sebaiknya dibatasi konsumsinya untuk menjaga kesehatan ginjal, terutama bagi penderita penyakit ginjal.

Alpukat: Nutrisi Tinggi Namun Berisiko Bagi Ginjal

Alpukat memang terkenal kaya akan berbagai nutrisi penting bagi jantung dan tubuh. Meski memiliki lemak sehat dan antioksidan, alpukat juga memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi.

Bagi penderita penyakit ginjal, terutama yang sudah mencapai tahap kronis, kelebihan kalium bisa menjadi masalah. Pasalnya, kadar kalium yang berlebih sulit dibuang oleh ginjal, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai efek negatif bagi kesehatan.

Pisang: Buah Sehat yang Mengandung Kalium Tinggi

Pisang merupakan salah satu buah yang terkenal karena kandungan kalium yang tinggi. Satu buah pisang ukuran sedang bisa mengandung sekitar 422 mg kalium, yang tergolong cukup signifikan.

Meskipun memiliki banyak manfaat, bagi penderita gangguan ginjal, asupan pisang sebaiknya dibatasi. Sebagai alternatif, buah tropis seperti nanas bisa menjadi pilihan karena mengandung kalium lebih rendah dan lebih aman untuk ginjal.

Jeruk: Kaya Vitamin C Namun Perlu Dibatasi

Jeruk dikenal sebagai sumber vitamin C yang luar biasa, namun tidak sedikit orang yang tidak menyadari bahwa ia juga mengandung kalium dalam jumlah yang cukup banyak. Satu jeruk besar bisa mengandung hingga 333 mg kalium, sedangkan satu gelas jus jeruk mencapai 458 mg.

Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki gangguan ginjal, perlu memikirkan kembali konsumsi jeruk dan jusnya. Mengganti jeruk dengan buah-buahan rendah kalium lainnya bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Kentang dan Ubi: Sayuran Lezat yang Perlu Dibatasi

Kentang dan ubi jalar adalah sayuran yang sering diolah menjadi berbagai hidangan. Akan tetapi, kedua jenis sayuran ini memiliki kandungan kalium yang tinggi, yang bisa menjadi beban bagi ginjal.

Secara khusus, satu kentang ukuran sedang mengandung sekitar 610 mg kalium, sedangkan ubi jalar panggang memiliki sekitar 542 mg. Untungnya, ada cara untuk mengurangi kadar kalium dalam kentang, seperti dengan merebus atau merendamnya sebelum diolah.

Tomat: Pilihan Yang Tidak Disarankan Untuk Penderita Ginjal

Tomat juga termasuk dalam daftar buah dengan kandungan kalium yang tinggi. Bagi mereka yang mengalami gangguan ginjal, direkomendasikan untuk membatasi asupan tomat demi menjaga kesehatan organ ini.

Sebagai pengganti, paprika dapat digunakan sebagai alternatif yang lebih baik. Selain rasa yang tak kalah lezat, paprika memiliki kadar kalium yang lebih rendah.

Kurma dan Kismis: Rasa Manis yang Mengandung Kalium Tinggi

Buah kering seperti kurma dan kismis sering kali disukai karena rasa manisnya yang alami. Namun, perlu dicatat bahwa kandungan kalium pada buah-buahan ini sangat terkonsentrasi.

Hanya empat buah kurma bisa mengandung sekitar 668 mg kalium, yang jelas bukan pilihan baik bagi penderita ginjal. Oleh karena itu, sebaiknya para penderita membatasi atau bahkan menghindari konsumsi buah kering ini.

Bayam dan Sayuran Hijau: Baik Namun Berisiko Bagi Ginjal

Bayam serta sayuran berdaun hijau lainnya memang kaya akan vitamin, namun mereka juga tinggi akan kalium. Dalam bentuk mentah, kadar kalium bayam bisa berkisar antara 136-290 mg per cangkir.

Ketika dimasak, bayam akan menyusut dan mengandung lebih banyak kalium per porsi. Selain itu, bayam juga mengandung oksalat yang bisa meningkatkan risiko batu ginjal bagi orang yang sensitif terhadap zat tersebut.

Related posts